Rumah kita semua
 
IndeksPortalCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Tolak ato terima?
by Devi N Sun Aug 07, 2011 11:34 am

» Count Down
by Devi N Sun Aug 07, 2011 11:31 am

» Absensi~ Ayo absen~
by Devi N Sun Aug 07, 2011 11:28 am

» About Avatar
by huxuecan Mon Sep 27, 2010 2:09 pm

» Pilih jenis banner~
by chengshuyan88 Mon Sep 27, 2010 8:15 am

» Count Up To Heaven
by chengshuyan88 Sun Sep 26, 2010 8:13 am

» Arti nama dalam bhs jepang
by lucylucielle Thu Jul 08, 2010 3:22 pm

» Nama, umur, sekolah : di??
by lucylucielle Thu Apr 15, 2010 7:11 pm

» Permisi~! member baru di sini!
by lucylucielle Thu Apr 15, 2010 7:09 pm

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Affiliates
Affie



Friends 4eva

Infantrum

Photobucket
RPG Organization
Fort of Heaven
Hetalia Fans Indo


VongolaIndo
AniMusic Lover






forumotion
Photobucket






Photobucket

HnG Indo
Photobucket




Haruhiist Indo
Ouran Host Club Indo

Esper Society
imageshack
Phantom Bilingual RPG Forum
Affie
Link 2 Us
Leaves Residence

Share | 
 

 W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Aqua Dafille Sherviara
GLOOM HEAD
GLOOM HEAD


Jumlah posting : 392
Age : 20
Lokasi : Rempoa. Jakarta apa Tangerang ya? Aku aja gk tau...
Registration date : 16.01.09

Character sheet
The...:
Quotes:
Class:

PostSubyek: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Sun Mar 22, 2009 9:27 pm

"Aku sudah tahu sebelumnya. Kamu yang berbuat. Mengakulah."

"Tidak!"

"Kau belum mau mengaku?"

"Bukan aku!! Percayalah!!"

"Tidak ada cara lain."

"TidAAAAAAAAAAAAK!!!!"


Haze sedang membaca buku sambil menyeruput teh yang ada di mejanya. Jari-jarinya yang kecil menelusuri lembar demi lembar buku tersebut. Haze membetulkan letak kacamatanya dan meneruskan membaca di pagi yang dingin

BZZZZ...

Telepon genggam Haze bergetar. Ada telepon yang masuk. Haze mengernyitkan dahi, merasa terganggu. Ia mengambil telepon genggamnya dan melihat siapa yang mengganggunya pada pagi yang tenang itu. Negi. Sahabat lama.

"Halo.."

"Haze! Lama sekali rasanya setelah liburan musim dingin itu. Aku kangen sekali padamu. Bagaimana kabarmu sekarang?"

"Aku baik"

"Haze, kau sedang sakit ya?"

"Aku baik-baik saja"

"...Mmm... Haze. Kamu membunuh orang lagi?"

Kedua pihak terdiam. Angin berhembus membuat rambut Haze yang terurai panjang melambai ke belakang. Wajah Haze seketika dingin dan datar. Buku yang dipegang Haze jatuh ke bawah, memecah gundukan salju lembut di bawah kakinya. Jemari kecil Haze mencengkeram roknya.

"Kalau iya, memangnya kenapa?"

"Haze, aku tahu kamu melakukan ini untuk kebenaran. Tapi kamu tidak boleh terus-terusan membunuh. Pedangmu juga bisa saja dihilangkan oleh Dewa Grauxion kalau kau terus menerus begini."

"Ada cara lain? Lagipula aku suka membunuh,"

"Haze..." Negi menghela napas. "Kau harus belajar cara lain. Dengar, bisa saja Luna menyadap pembicaraan kita lewat telepon. Aku akan datang ke rumahmu siang ini. Oke?"

"Terserah kau saja"

"Sampai jumpa nanti siang,"

Haze menutup telepon genggamnya dan merenung sebentar. Ia merenungkan soal kesaktian yang dinamakan Reanne.

Haze adalah pemegang sihir Reanne atau yang biasa disebut sihir pembunuh. Tingkat paling tinggi di antara tingkatan sihir lainnya. Pemegang sihir Reanne jumlahnya paling sedikit di planet ini. Para pemegang sihir Reanne diberi sebilah pedang yang pendek namun lebih tajam dari kapak pemenggal kepala. Masing2 pemegang sihir punya dewa/dewi tersendiri yang bisa menghukum atau membunuh penyihir yang sudah keterlaluan memakai sihirnya. Haze sudah terlalu sering memakai sihir untuk membela orang2, namun ia bisa saja dihukum oleh dewa Grauxion. Tak heran jika Negi khawatir dengan Haze.

Negi sampai di rumah Haze. Haze menyambutnya dengan nada datar yang dingin. Tetapi Negi selalu membawa suaranya yang nyaring ke telinga Haze.

"Haze! Astagaaa.... Rumahmu berdebu sekali! Tidakkah kau bisa merapikannya sedikit?"

"Nanti saja"

"Kapan?"

"Sekarang kita langsung ke topik pembicaraan Negi!" Sambar Haze.

Negi yang merupakan pemegang sihir Swarn-- tingkatan sihir yang 2 tingkat lebih rendah dibanding Reanne-- terdiam. Ia lalu berbisik pada Haze "Haze, dengar. Kini kau sudah kehilangan Orang tuamu karena kebodohanmu ini. Siapa yang kau bunuh tadi malam? Kakakmu?"

"iya"

"Dengar Haze, aku tahu kau benci kakakmu. Tetapi kau tidak boleh membunuhnya."

"Terlanjur"

"Begini saja Haze. Bagaimana kalau aku menginap di sini dan menjagamu sebentar supaya kau tidak keluar di malam hari dan keluar dengan pedang pendek bodohmu..."

"Pedangku tidak bodoh"

"Iya... Iya... Pokoknya aku akan menginap di sini. Oke?"

"Terserah kau sajalah"


---Baru bs sampe sini... Komen pls~---

_________________
Click picture below to visit my gallery~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://leaves-residence.fantasyboard.net
Luna Claire Vangelion
RP Staff


Jumlah posting : 140
Age : 18
Lokasi : in the dreamland with my dreamboy~
Registration date : 11.03.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: I has a shame and I don't want anyone to knew my shame
Class: 3rd Grade of Junior High School

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Mon Mar 23, 2009 3:53 pm

bagus, bagus parah~ LANJUT, TA!

Luna jadi apa sih? X3 treak

_________________
Klikspoiler. Ganteng pan? *ngakakkejer
Spoiler:
 

Nyahnyah. xDD please visit IndoDurmstrang if ya don't mind.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://rhodes-lollipop.deviantart.com/
Aqua Dafille Sherviara
GLOOM HEAD
GLOOM HEAD


Jumlah posting : 392
Age : 20
Lokasi : Rempoa. Jakarta apa Tangerang ya? Aku aja gk tau...
Registration date : 16.01.09

Character sheet
The...:
Quotes:
Class:

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Wed Mar 25, 2009 6:22 pm

Makasiih.... Nanti tau sendiri kok^^
Lanjooot...



"Terserah kau sajalah"

Negi mendengus. Ia berjalan menuju kamar tamu dengan perasaan kesal. Negi memang sudah terbiasa dengan sifat sobat karibnya itu, namun tetap saja rasanya menyebalkan. Negi mengempaskan tasnya ke pojokan kamar lalu berjalan menuju Haze yang sedang minum segelas air dan menyelesaikan membaca buku yang tadi belum sempat dibaca sampai habis.

"Haze"

"Hmm?"

"Katakan padaku setidaknya kau mengerti akan sihir2 yang diberikan dewa dan dewi pada kita"

Haze berhenti membaca. Ia menutup buku itu dengan jemari2 kecilnya. Haze menoleh ke arah Negi dan menatapnya dalam2. Haze tahu akan sihir, namun ia belum mendapat pengertian secara mendetil. Setelah itu, Haze menutup matanya dan berpaling ke arah televisi di depannya.

"Aku tahu sihir, namun aku belum mendengar secara mendetail"

"Mau kuberi tahu sekarang?"

"Lebih cepat lebih baik"

"Ok Haze. Sihir yang diberi oleh dewa dan dewi bermacam-macam. Jenis sihir Reanne adalah jenis pembunuh. Kebetulan kau dianugerahi sihir langka yang satu itu. Jenis yang senang membunuh, tidak pandang bulu dan ras. Yah, sama seperti kau. Jenis Reanne diberi senjata untuk mengaktifkan sihir. Kebetulan, kau diberi senjata pedang. Dengan menunjuk pedang kearah korbanmu, kau bisa membuat seseorang terikat di depanmu dan menangis-nangis minta tolong sampai pada akhirnya kau menebas leher mereka. Sama halnya dengan pengguna Sihir Reanne lainnya, hanya saja keajaiban yang bisa mereka buat dan senjata pengaktif--atau biasa disebut Trea--berbeda-beda. Sampai sini mengerti?"

Negi menjelaskan panjang lebar sampai dirinya sendiri tersengal-sengal. Haze mengangguk-angguk mendengarkan. Ia mengusap-usap tangan kanan yang biasa ia pakai untuk menebas leher manusia-manusia yang dianggap mengganggu oleh Haze.

"Aku mengerti. Teruskan."

"Ok... Sebentar..." Negi mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya. Penjelasan tentang sihir Haze tadi sudah membuatnya cukup tersengal.

"Ada lagi sihir seperti punyaku, Swarn. Harus kuakui, sihir ini 2 tingkat dibawah sihir Reanne. Namun, jenis Swarn tidak kalah hebat. Jenis sihir swarn adalah jenis pemimpi. Mengerti? Trea-ku adalah sebuah tongkat berukuran 5 senti dengan bahan rambut unicorn dan semanggi berdaun empat. Aku bisa membuat orang bermimpi dan membelokkan pikirannya dari fakta atau dunia nyata. Aku harus membuat gambaran spiral di depan korban seperti ini. Lihat"

Negi mengeluarkan sebuah tongkat dari kantung jaketnya. Warnanya hitam berkilap dan mengeluarkan cahaya biru diujungnya. Negi berdiri di depan Haze dan menggambar spiral biru di depan wajah Haze dengan tongkatnya. Setelah itu, Negi melihat hasilnya.

Haze merasa pusing. Ia meringis kecil dan menutup kedua matanya, menahan rasa pusing yang luar biasa. Tetapi lama-lama rasa pusing itu hilang. Haze membuka kelopak matanya dan hal yang pertama dilihatnya bukanlah televisi hitam yang ada di rumahnya. Yang ia lihat sekarang adalah langit biru nan cantik dan padang rumput yang luas. Angin sepoi-sepoi turut serta menyambut Haze. Haze memandang sekeliling. Rambut hitamnya disingkap oleh angin sepoi-sepoi. Mukanya terasa sejuk. Haze menutup matanya dan mengembangkan senyum yang jarang sekali hinggap di wajah Haze. Namun jentikan jari seseorang membuat semuanya buyar.

"Haze, sudah saatnya kau menghadapi alam fakta nan nyata." Negi menyadarkan sobat karibnya itu. Haze kembali membuka matanya dan melihat tongkat Negi di depan wajahnya. Haze akhirnya kembali ke rumahnya. Negi tersenyum.

"Kalau pengguna Swarn tidak ingat waktu, korban akan berada di dunia mimpi dan fantasi selamanya. Itulah mengapa tadi aku segera menyadarkanmu."

"Wow, jenis sihir yang menarik. Aku baru tahu. Kau jarang menggunakan sihir ya?"

"Ya. Tidak ada perlunya."

"Lalu? Jenis yang lain?"

"Ada jenis Oxfree.."

"Ox free (bebas sapi jantan)?" Potong Haze heran. Bukankah itu berarti tanpa sapi jantan atau bebas dari sapi jantan dalam bahasa Inggris?

"Bacanya Oxfre, Haze. Ok, Oxfree adalah jenis pengambil yang tidak mungkin. Seperti Loon-a, ia mengambil suara kita dalam jarak 20 Km hanya dengan earphone tololnya itu! Untunglah yang dapat ia gunakan hanya telinga kirinya. Nyawa2 pemegang sihir Oxfree bisa dibilang pendek karena mereka bisa mengambil sesuatu yang tidak mungkin diambil oleh orang biasa atau penyihir berjenis selain Oxfree. Sihir itu tingkatannya dibawahmu, diatasku. Paham?"

Haze mengangguk. Sebenarnya ia tidak bosan mendengar jenis2 sihir, namun ada satu yang mengganggunya. Spider sense-nya mulai merasakan sesuatu di kejauhan. Ia merasakan keberadaan Luna!

"Ada jenis Tre..."

"Diam dulu Negi"

Keheningan mengisi ruang tamu itu. Api lilin bergerak-gerak secara tidak wajar. Tidak ada siapa-siapa di ruangan itu. Negi merinding. Ia menggeser duduknya lebih dekat dengan Haze. Haze menelan ludah dan berdiri.

"Luna, kau tidak usah bersembunyi seperti itu. Kami tahu kau mengambil suara kami. Namun kau tidak minta dengan izin, maka aku tidak akan memperkenankannya. Sini kamu!"

Angin menderu kencang di luar rumah. Pohon-pohon bergerak mengikuti arus angin yang meraung. Guntur enyambar-nyambar. Salju menyambur kemana-mana. Negi memegang tongkat sihirnya erat-erat. Haze mengambil pedangnya yang ia letakkan di meja.

PRANG!

Semua kaca di rumah Haze pecah dan memuntahkan diri ke arah Haze dan Negi. Negi menjerit kencang, menutup kepalanya dengan tudung jaketnya. Haze diam saja. Membiarkan pecahan-pecahan kaca menggores wajah Haze yang putih pucat. Haze membetulkan letak kacamatanya dan mulai memasang posisi siaga.

Sesosok tubuh jangkung berdiri di depan pintu rumah Haze. Rambut pendeknya berkibar dideru angin. Namun sosok itu terlihat seolah membelah badai. Ia membetulkan letak topinya dan melangkah menuju Haze.

Dia Luna!
-----To be Continued----

_________________
Click picture below to visit my gallery~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://leaves-residence.fantasyboard.net
Luna Claire Vangelion
RP Staff


Jumlah posting : 140
Age : 18
Lokasi : in the dreamland with my dreamboy~
Registration date : 11.03.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: I has a shame and I don't want anyone to knew my shame
Class: 3rd Grade of Junior High School

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Wed Mar 25, 2009 7:50 pm

NYA--NYAWA SAYA PENDEK?! *teriak geje* DDX
aku jadi bad girl untuk beberapa waktu~ chocolicious~ XDD

LANJUT~ SERU~~~~~ papapapapapapapapa~
20 km dengan earphone? FOR GOD SAKE'S, KUPIKIR KAU HARUS MEMBUATNYA JADI KOMIK, TA!
Ngomong2, Trea-ku earphone bukan?

ditunggu update-annya lagi~ dududududum~

LANJUT! *save ceritanya di komputerku, ya!*

Oya ngomong2: W.O.R.S.T.

Reanne is for R, Swarn is for S, Oxfree is for O. O, R, S is already taken right?

Abis ini Kaito+Kou, kan? W ma T? Oya, ini original ideas bukan jenis sihirnya?

Reanne=sihir membunuh
Swarn =sihir pemimpi
Oxfree =sihir pengambil yang tidak mungkin

jadi penasaran ma W and T-nya, Smile hah, lanjut ya~

_________________
Klikspoiler. Ganteng pan? *ngakakkejer
Spoiler:
 

Nyahnyah. xDD please visit IndoDurmstrang if ya don't mind.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://rhodes-lollipop.deviantart.com/
Aqua Dafille Sherviara
GLOOM HEAD
GLOOM HEAD


Jumlah posting : 392
Age : 20
Lokasi : Rempoa. Jakarta apa Tangerang ya? Aku aja gk tau...
Registration date : 16.01.09

Character sheet
The...:
Quotes:
Class:

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Thu Mar 26, 2009 7:08 am

Yang T kan mau dijelasin ma Negi, tapi dipotong Haze karena kau datang. Trea kamu earphone^^. Eh iya, cerita ini mo ku publish di AS juga ah~
Lanjut~



"Luna"

"Well.. Well.. Well... Meet my cold-blooded old pal, Haze" Sapa Luna sambil berjalan perlahan di hadapan Haze dan Negi. "Aku senang mendengar cerita kalian. Ayo teruskan sekarang. Aku akan menyimpannya dengan baik di earphoneku." Ucap Luna seraya menyungging senyum licik. Haze meringis kesal. Ingin rasanya ia menebas leher Luna. Namun entah kenapa, tubuh Haze seolah terkunci.

Sementara itu, Negi keheranan di belakang Haze. Tidak biasanya alam menjadi berubah saat Luna datang. Dan tidak biasanya tubuhnya serasa terkunci. Apakah...

"Luna, mengapa alam bisa menyambutmu seperti itu? Kau sering menyadap pembicaraan kami di sini, namun hal tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya."

"Smartless Negi, apa kau ingat apa yang terjadi ketika dewa atau dewi turun ke tanah penyihir?"

"Alam mengamuk dan kita tidak dapat berbuat apa-apa.... Tunggu dulu! Jangan katakan.."

"Kau sudah bisa menebaknya Negi. Sekarang aku adalah Dewi untuk Oxfree, Dewi Cantania!"

Haze terkejut. Pedang yang tadi dicengkeramnya kuat-kuat kini jatuh ke lantai. Negi tak kalah terkejut. Tongkatnya merosot dari genggamannya. Seorang Loony Loona menjadi Dewi, semoga saja Haze dan Negi salah dengar.

"Katakan yang sebenarnya, pembual!"

"Tenanglah Haze. Lagipula aku memang Dewi Cantania..."

"Kalau begitu, jelaskan!"

"Baiklah, Negi. Tenang dulu dan dengarkan dengan baik. Aku mengambil suara Dewa Qiansis sewaktu ia memperagakan penobatan Dewi Cantania. Setelah itu, aku menyamar menjadi Cantania yang pura-pura kebetulan melihat kelakuan Dewa Qiansis. Dan.. Inilah akhirnya. Aku jadi dewi sekarang. Dewa yang bodoh."

Haze dan Negi terdiam mendengarkan penjelasan Luna. Benar-benar licik. Mengambil suara untuk menjadi seorang Dewi! Malang nasib Cantania, calon dewi sebenarnya. Pastilah ia sangat sedih dan merana.

"Kau licik"

"Peduli amat. Setidaknya aku berkuasa di sini."

"Mengapa kau bisa menyamar?"

"Hazily Haze, setiap penyihir jenis apapun itu, punya sihir general yang tidak spesial. Menghilang, menyamar, dan memindahkan benda. Semua ada di darah penyihir."


To Be Continued... Lagi ada tamu~

_________________
Click picture below to visit my gallery~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://leaves-residence.fantasyboard.net
Luna Claire Vangelion
RP Staff


Jumlah posting : 140
Age : 18
Lokasi : in the dreamland with my dreamboy~
Registration date : 11.03.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: I has a shame and I don't want anyone to knew my shame
Class: 3rd Grade of Junior High School

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Thu Mar 26, 2009 12:45 pm

lanjut lagi~
W.T nya belum dijelasin karena kudatang *ehemmarahindirisendiri*

a--aku jadi dewi?
OHMEGY! (oh my god-tology ngakak)

earphone? betapa moderennya, nyao!
saya licik banget disini ngakak

Lanjut lagi~ saya jug sudh liat ini di AS

_________________
Klikspoiler. Ganteng pan? *ngakakkejer
Spoiler:
 

Nyahnyah. xDD please visit IndoDurmstrang if ya don't mind.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://rhodes-lollipop.deviantart.com/
Aqua Dafille Sherviara
GLOOM HEAD
GLOOM HEAD


Jumlah posting : 392
Age : 20
Lokasi : Rempoa. Jakarta apa Tangerang ya? Aku aja gk tau...
Registration date : 16.01.09

Character sheet
The...:
Quotes:
Class:

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Fri Mar 27, 2009 10:10 pm

Tros~



"Ooh.."

"Haze the little deary, kau masih belum tahu apa apa tentang sihir? Kalau begitu, kau tidak pantas menjadi penyihir"

Mata Haze membelalak. Darah Haze menggelegak. Ia merasa sudah cukup dipermainkan oleh Loony Loona licik ini. Negi yang terkejut mendengarnya juga turut naik darah. Sebenarnya apa yang ia inginkan? Benar-benar mengganggu.

Namun Haze merasakan sesuatu yang sudah ditunggu-tunggunya dari tadi. Tubuhnya sudah dapat bergerak lagi dengan leluasa. Haze mengambil pedangnya di lantai. Luna terkesiap di tempatnya. Haze dengan gerak refleknya mengarahkan pedangnya ke arah leher Luna.

"Dengar bangsat, mungkin aku tidak pantas jadi penyihir. Namun itu menurutmu. Aku tidak percaya kalau kau lebih kuat dari pada aku. Kau dewi Oxfree, bukan dewi atau dewa Reanne. Aku masih tetap di atasmu. Dan kau tidak punya hak apa-apa terhadapku."

Luna menganga mendengar perkataan Haze. Namun detik berikutnya, Luna menyunggingkan senyum lebar yang menjijikkan. Kemudian ia tertawa keras. Haze mengernyitkan dahinya. Negi siap siaga dengan tongkatnya di belakang sofa Haze. Luna berhenti tertawa, lalu tersenyum pada Haze.

"Itu memang benar Haze"

Tahu-tahu Luna merosot ke bawah dan memberi Haze tendangan di kakinya. Haze melompati kaki Luna lalu menebaskan pedangnya. Luna mengelak. Ia melompat ke atas, berjungkir balik di atas Haze. Haze memutar tubuhnya ke arah Luna akan mendarat. Namun Luna memutar diri di udara dan memegang tangan Haze yang memegang pedangnya. Luna memutar tangan Haze ke atas lalu mendorongnya ke tembok. Haze meringis. Kedua tangannya kini diborgol oleh tangan Luna.

"Dengar Haze, mungkin kau Reanne. Tetapi tanpa pedangmu, kau hanya sebatang kayu yang lemah"

"Jangan sakiti Haze!" Teriak Negi dari balik sofa. Luna merasa terganggu. Namun ia membelokkan tangan Haze yang berpedang ke arah Negi.

"Sholabora"

"AAHHH!!" Negi terdorong keras dari tempatnya. Tubuhnya membanting lemari berdebu Haze dan membuat beling-beling yang ada di atas lemari berjatuhan. Semuanya jatuh di atas kepala Negi. Negi pun tidak sadarkan diri dengan darah bercucuran di dahinya. Haze mendelik melihat Negi. Kepingin rasanya Haze membunuh Luna sekarang juga.

"NEGII!!! Oooh.... Kau bangsat! Sudah cukup kau mengganggu kami, sekarang ditambah memakan korban juga. Lagipula, darimana kau tahu mantra itu?"

"Tentu saja lewat buku"

“Ingin rasanya aku membunuhmu.”

“Boleh saja. Ayo kita bertarung. Ide yang bagus bukan?”

Otak Haze nyaris saja rusak mendengarnya. Haze tak percaya. Luna menantangnya untuk... Bertarung? Apa dia sudah bosan hidup? Biar bagaimanapun, Luna kini sudah keterlaluan.

”Apa maksudmu Luna?”

”Seperti yang sudah kukatakan, aku ingin bertarung denganmu. Bukan hanya sihir, namun juga fisik. Kalau perlu, kau bisa mencari tentara-tentara untuk menghancurkan kawanan Oxfree”

”Mengapa aku harus memenuhi keinginanmu?”

Luna melempar Haze yang dari tadi berada di dalam cengkraman tangannya. Haze terbanting di atas meja, menjatuhkan buku-buku dan gelas-gelas air. Gelas-gelas tersebut pecah dan salah satu pecahannya menancap di telapak tangan Haze. Haze meringis kesakitan.

”Mengapa harus? Karena kalau tidak, temanmu itu akan kubunuh” Jawab Luna sambil menunjuk Negi.

”AH! NEGI!!!”

”Kurashu”

Haze baru saja akan menyambar Negi. Namun, tubuh Negi melayang ke arah Luna lebih cepat dari Haze. Haze meringis, mulai kesal dan benar-benar kepingin membelah Luna menjadi lima puluh empat potong sekarang. Namun

”Oooh... Sudah lebih dari cukup kau menjadi tamu tak diundangku sekarang! Kembalikan Negi!”

”Maaf, tapi kau harus menang bertarung dulu denganku.”

Haze berpikir sejenak. Ia ingin menyelamatkan sahabat karibnya. Namun, melawan kumpulan jenis bebas sapi jantan juga tidaklah mudah. Apalagi ia harus mencari tentara untuk melawan para Oxfree. Tidak banyak yang ingin mengambil risiko bertarung melawan Oxfree.

“Baiklah“

“Anak pintar.“ Ujar Luna sambil menyungging senyum kemenangan. Sambil menggendong Negi, Luna berjalan menuju pintu rumah Haze yang bentuknya sudah bukan berupa pintu lagi.

”Haze, aku beri waktu 3 bulan untukmu mencari tentara. Tidak ada perpanjangan waktu. Tepat tiga bulan lagi pukul dua belas tengah hari, kita bertemu di cladaxion. Ok?”

”Yaah... Baiklah...”


”Anak pintar.” Lagi-lagi Luna tersenyum penuh kemenangan. Setelah itu ia keluar dari rumah Haze, membawa Negi yang tidak sadarkan diri menjauh dari Haze.

Haze duduk di atas meja. Badai sudah berhenti dari tadi, namun Haze masih saja murung. Haze memang selalu murung, namun kini ia terlihat lebih berduka cita. Haze kehilangan teman baiknya karena keteledoran dirinya sendiri. Haze mengambil pedangnya. Menatapnya, mengelusnya, lalu melemparnya ke lantai. Haze menangis tersedu di atas meja. Rambut Haze yang hitam melambai ditiup angin. Kacamata Haze remuk di kantung jaketnya. Namun kini ia sudah tidak peduli lagi. Ia lebih memilih tersedu dan menyesal di sofanya.

Namun tanpa diduga, Haze menemukan sesuatu yang membuat semangat Haze berkobar. Tongkat sihir Negi. Negi pasti menjatuhkannya saat Luna mendorong Negi. Benar-benar malang nasib Negi. Namun, ini berarti Haze harus menyelamatkan Negi. Karena Negi tidak punya sesuatu lagi untuk melindungi diri. Mungkin hanya sihir yang general.

_________________
Click picture below to visit my gallery~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://leaves-residence.fantasyboard.net
Luna Claire Vangelion
RP Staff


Jumlah posting : 140
Age : 18
Lokasi : in the dreamland with my dreamboy~
Registration date : 11.03.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: I has a shame and I don't want anyone to knew my shame
Class: 3rd Grade of Junior High School

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Fri Mar 27, 2009 10:21 pm

jut, lanjut

vampirenya lagi dikerjain oke?

astaga, saya makin licik!

klo gini, W+T ga dijelasin ngakak oya, Negi mati ya?

_________________
Klikspoiler. Ganteng pan? *ngakakkejer
Spoiler:
 

Nyahnyah. xDD please visit IndoDurmstrang if ya don't mind.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://rhodes-lollipop.deviantart.com/
Alice Springfield
RP Staff


Jumlah posting : 199
Age : 19
Lokasi : Home..Sweet..Home..
Registration date : 15.02.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: shut up!shut up!shut up!!
Class: 7th Grade

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Sun Mar 29, 2009 7:35 am

hiks..aku mati.. Yaaaah.....

Comeback~!!

_________________
KINGDOM HEARTS LOVERS!!


Siggy by Gema Gegecchi/Negi Sanzenin

Spoiler:
 
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://friends4ever.chforum.net
kaitokid
4th Child
4th Child


Jumlah posting : 281
Age : 24
Lokasi : Malang ~ heypanasmeeen
Registration date : 24.01.09

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Tue Mar 31, 2009 10:04 am

hayu lanjut inta

saya pingin denger kelanjutannya
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://aptx4869forum.co.nr
Aqua Dafille Sherviara
GLOOM HEAD
GLOOM HEAD


Jumlah posting : 392
Age : 20
Lokasi : Rempoa. Jakarta apa Tangerang ya? Aku aja gk tau...
Registration date : 16.01.09

Character sheet
The...:
Quotes:
Class:

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Tue Mar 31, 2009 5:34 pm

Sopo bilang Negi mati? Negi pingsan, cuma berdarah. Trus dia ditawan ama Luna. Klo dah mati, ngapain pake kata diselamatkan.
Lanjoot...




Haze bangkit dari tempat duduknya. Ia harus segera mencari pasukan sebelum tiga bulan lagi. Haze tidak tahu dimana ia dapat mencari pasukan untuk melawan Luna si Bangsat kecil itu. Haze hanya harus mencari teman-temannya di tengah kota. Mungkin saja ada yang mau menjadi salah satu anggota pasukannya. Dengan berbekal pedang dan tongkat, Haze memulai perjalanan panjangnya. Mengembara dari kota ke kota. Mencari penyihir yang rela kehilangan nyawanya untuk membantu menjaga perdamaian dunia penyihir.


Chapter 2: First Fighter


Haze berjalan menuju tengah kota, menelusuri pedesaan yang sepi dan tentram. Ia baru setengah perjalanan dari rumahnya. Haze menyeret pedangnya. Orang-orang pedesaan yang melihat Haze terlihat ketakutan. Namun, Haze membiarkannya saja. Ia sudah terbiasa diperlakukan seperti itu.

Seorang penjaga kedai sup kecil di desa Haze melihat Haze yang menyeret-nyeret pedangnya. Ia menyapa Haze dengan ramah

”Hei kau gadis muda! Mau mampir sebentar?”

Haze sebenarnya ingin melanjutkan perjalanannya, mengingat waktu yang ia miliki cukup sedikit. Namun entah mengapa, tubuh Haze serasa ditarik menuju kedai tersebut. Haze duduk di salah satu kursi dengan mimik heran dan tanpa tersenyum seperti biasa. Penjaga kedai tersebut memberinya secangkir teh hangat.

”Minumlah nak”

”Aku tidak punya uang”

”Tidak apa-apa. Asalkan kau merasa sedikit baikan, itu jauh lebih baik daripada uang.”

”Terima kasih.” Ujar Haze sambil menyungging senyum tipis di wajahnya. Tidak biasanya Haze tersenyum semudah ini. Namun perkataan penjaga kedai tadi membuat Haze segan padanya.

Haze menyeruput tehnya. Teh merk Frouxhart yang menghangatkan badan mengalir di bibirnya. Setelah perutnya mulai hangat, Haze menurunkan cangkir teh. Mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya. Haze jadi teringat akan musibah yang dialami Negi beberapa menit yang lalu. Juga senyuman licik Luna yang terus tergambar di kepalanya. Wajah Haze kembali murung. Marah dan sesal berkecamuk dalam hatinya.

Penjaga kedai tersebut memandang Haze. Ia sadar bahwa ada sesuatu yang salah dalam diri Haze.

”Ada apa nona?”

Haze mendongak, menatap ke arah penjaga kedai. Ingin rasanya Haze menjawab bukan-urusanmu-dasar-jelek. Namun lagi-lagi, Haze terkena hipnotis dari keseganannya terhadap sang penjaga kedai. Haze mencurahkan semuanya pada penjaga kedai. Mulai dari Luna yang membohongi Dewa bodoh Qiansis, sampai menculik Negi dan menantangnya bertarung. Penjaga kedai terkejut mendengar penjalasan Haze tentang perjalanannya sekarang, mencari pasukan untuk melawan Dewi Cantania.

”Nona, hal itu merupakan hal yang tidak mungkin”
”Namun aku harus mencarinya. Ini juga demi perdamaian dunia sihir. Bagaimana kalau Cantalon bodoh itu mulai menguasai dunia sihir?”

”Hmm... Aku mengerti nona... Mungkin saya bisa membantu..”

Haze membelalakkan matanya. Penjaga kedai ini ingin ikut berpartisipasi? Haze akan dengan senang hati menerimanya, namun ia tidak ingin mengambil risiko sakit jantung kakek paruh baya ditengah pertarungan. Haze pun menolaknya.

”Maaf, tetapi anda terlalu tua untuk hal ini”

”Tentu saja bukan saya. Tetapi anakku, Ka-lah yang akan membantu. KA-CHAN!!! Kemari nak,”

Seorang pemuda bertubuh kecil keluar dari dalam gubuk di belakang kedai. Berambut pirang, memakai jaket kulit buluk. Kurang meyakinkan untuk menjadi prajurit perang. Mulutnya menekuk ke atas, seolah merasa kesal. Ia memalingkan kepala kearah ayahnya.

”Ayah, jangan panggil aku Ka-chan! Aku kan sudah 17 tahun. Lagipula, namaku Kaito. Apalagi ayah memanggilku di depan pelanggan.”

”Kaito nak, maafkan ayah. Jangan cemberut begitu, nanti wajahmu bisa jelek.”

”Cih..”

”Kaito, kau pernah bercita-cita menjadi ksatria pelindung dunia sihir, iya kan?”

”Iya...”

”Kakak pelanggan ayah ini akan membantumu mencapai cita-citamu tiga bulan lagi.”

Kaito menoleh kearah Haze. Bibirnya mengerucut. Matanya menggoreskan keraguan yang ada dalam hatinya. Seorang gadis umur sembilan belasan? Mau cari ksatria pendamping hidup hah?

Haze balik memandang Kaito. Haze juga meragukan Kaito. Namun pemuda umur tujuh belas tahun mungkin bisa membantu. Tetapi, Haze tahu dalam sekali lihat bahwa Kaito bukanlah anak yang mudah diajak kerjasama.

”Ayah, aku ingin menjadi ksatria dunia sihir. Bukan gadis jutek seperti dia.”

”Hus! Jangan begitu. Maafkan anak saya nona. Dia memang kurang sopan. Sudikah kau mengulang ceritamu tadi?”

Haze merasa kesal. Ingin rasanya ia menebas leher Kaito yang putih pucat itu. Namun, Haze menahan dirinya. Ia juga menceritakan kembali semua yang dialaminya dan tujuannya mengadakan perjalanan panjang seperti ini. Kaito terlihat berminat.

”Kau bercanda? Tentu saja kalau begitu, aku mau!”

”Tidak semudah itu little maddy boy. Aku harus melihat kemampuan sihirmu.”

”Sihirku?”

---2 b Continued~---

_________________
Click picture below to visit my gallery~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://leaves-residence.fantasyboard.net
Luna Claire Vangelion
RP Staff


Jumlah posting : 140
Age : 18
Lokasi : in the dreamland with my dreamboy~
Registration date : 11.03.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: I has a shame and I don't want anyone to knew my shame
Class: 3rd Grade of Junior High School

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Tue Mar 31, 2009 10:41 pm

lanjut~ vampirenya nanti dilanjutin dan Hazel ada disana kok ^^

ga ada LUna..balas dendam ya ta?

skrg banyak yg menunggu WORSTnya.

_________________
Klikspoiler. Ganteng pan? *ngakakkejer
Spoiler:
 

Nyahnyah. xDD please visit IndoDurmstrang if ya don't mind.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://rhodes-lollipop.deviantart.com/
Aqua Dafille Sherviara
GLOOM HEAD
GLOOM HEAD


Jumlah posting : 392
Age : 20
Lokasi : Rempoa. Jakarta apa Tangerang ya? Aku aja gk tau...
Registration date : 16.01.09

Character sheet
The...:
Quotes:
Class:

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Sat Apr 04, 2009 7:26 pm

@^: Dia nongol, cuma bentar doang. Itupun kadang2 klo inta inget.
Lanjuuudh..



"Iya. Aku ingin melihat, sejauh mana kemampuanmu untuk menggapai cita-citamu."

"Bagaimana kau melihat sihirku?"

"Kita tarung"

Haze berdiri dari tempat duduknya. Kaito menelan udah. Keduanya bertatapan mata. Ayah Kaito membelalakkan mata di kejauhan. Angin berhembus dari belakang, menerbangkan rambut Haze dan Kaito. Setelah terdiam beberapa lama, Kaito memecah keheningan.

"Dimana kita akan bertarung?"

"Lapangan Frez. Di jalan Humpton."

"Apa jenis sihirmu kak?"

"Reanne"

Kaito mundur teratur. Wajahnya pucat. Begitupun dengan ayahnya. Beliau menabrak pintu belakang kedai. Punggung Kaito menabrak pelan dinding belakang kedai. Kaito merosot ke bawah, terduduk di lantai. Setelah itu, ia tertawa.

"Lucu, nona. Aku suka leluconmu. Tak mungkin kau pengguna sihir Reanne! Mungkin kau pemegang sihir Swarn"

"Untuk apa aku melucu sekarang ini maddy boy? Aku tidak bercanda. Mau lihat buktinya? Silakan"

Haze mengangkat pedang kebanggaannya, menunjukkan bukti Reanne pada Kaito. Panjangnya melebihi lengan lelaki dewasa. Gagangnya berwarna keemasan, dengan lambang penyihir Reanne beripa kristal bulat di antara pegangan dengan pedangnya. Kaito tertegun. Kini ia sadar, pernyataan Haze bukanlah lelucon belaka. Haze tersenyum penuh kemenangan.

"Bagaimana? Apa kau perlu merasakan ketajamannya untuk bukti lebih lanjut?"

"Tidak, terima kasih. Aku percaya sekarang. Kapan kita bertarung?"

"Semampumu. Lebih cepat lebih baik. Sekarang juga tidak apa"

Ayah Kaito agaknya sadar bahwa anaknya akan terseret dalam bahaya besar yang entah Ayah Kaito sendiri tahu apakah Kaito bisa menangani Haze. Setelah termenung beberapa saat, akhirnya ia memberi usulan waktu tarung pada Haze.

"Tarungan akan diadakan dua hari lagi pukul enam pagi hari. Reanne terlalu kuat untuk Kaito anakku, jadi ia harus berlatih dulu. Saya harap kau dapat memahaminya nona"

"Aku mengerti. Bagaimana denganmu maddy boy?"

"Tidak! Aku ingin sekarang juga bertarung dengan gadis jutek ini."

Haze tersenyum sinis. Ayah Kaito pucat pasi. Kaito terlihat bersemangat, walaupun hatinya sedikit getir. Terang saja, siapa yang tidak takut dengan sihir Reanne? Ayah Kaito menoleh pada Kaito, menunjukkan sakit jantungnya akan kumat jika anaknya tetap ingin bertarung tanpa persiapan terlebih dulu. Namun Kaito sudah keluar dari gubuknya, menghampiri Haze.

"Ayo berangkat"

Haze menurut saja. Ia berjalan didepan Kaito, menggeret pedangnya. Kaito di belakangnya, berjalan dengan wajah girang seolah ia akan memberi makan kelinci gembul putih dengan wortel ciptaannya sendiri. Mengisi keheningan di tengah perjalanan, Haze menanyakan soal sihir pada Kaito.

"Kaito, apa jenis sihirmu"

"Sihirku jenis Wastrex"
Te Be Ce... Sori br bs ampe segini T.T Banyak PR!! AAAH!!!

_________________
Click picture below to visit my gallery~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://leaves-residence.fantasyboard.net
Luna Claire Vangelion
RP Staff


Jumlah posting : 140
Age : 18
Lokasi : in the dreamland with my dreamboy~
Registration date : 11.03.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: I has a shame and I don't want anyone to knew my shame
Class: 3rd Grade of Junior High School

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Sat Apr 04, 2009 7:52 pm

Uh..kira2 Wastrex apa yaaa

lanjuuut

_________________
Klikspoiler. Ganteng pan? *ngakakkejer
Spoiler:
 

Nyahnyah. xDD please visit IndoDurmstrang if ya don't mind.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://rhodes-lollipop.deviantart.com/
Aqua Dafille Sherviara
GLOOM HEAD
GLOOM HEAD


Jumlah posting : 392
Age : 20
Lokasi : Rempoa. Jakarta apa Tangerang ya? Aku aja gk tau...
Registration date : 16.01.09

Character sheet
The...:
Quotes:
Class:

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Wed Apr 15, 2009 9:41 am

Yoa.. Lanjood...



”Emm... Wastrex? Jenis apa itu?”

”Kau bercanda! Masa kau tidak tahu Wastrex? Penggunanya kan banyak di desa ini.”

Haze membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah Kaito. Kaito berhenti berjalan, memandang Haze dengan tatapan bertanya. Namun Haze balik menatap dengan tatap tanya, sehingga akhirnya Kaito tahu apa yang ada dalam hati Haze.

”Well... Katakan saja kau belum tahu beberapa jenis sihir, hm?“

”Ya.. Memangnya kenapa?”

”Aku jadi ragu kau ini pengguna sihir atau bukan. Baiklah, akan aku jelaskan tentang swarn terlebih dahulu...”

”No, thanks. Aku sudah tahu Reanne, Swarn, dan Oxfree. Jelaskan saja sihirmu sambil jalan. Aku benci buang-buang waktu.”

“Err… Baiklah nona..”

“Panggil saja aku Haze. Aku muak mendengar panggilan nona.”

”Ok Haze, sihirku ini jenis pemangsa. Kami memangsa seperti makhluk-makhluk sihir ganas. Kami pengguna wastrex bisa memakan apa saja. Bahkan kalau kau kalah nanti, bisa saja aku memakanmu.”

“Optimis sekali.“

Karena penjelasan Kaito akan sihirnya, Haze makin menggenggam erat pedangnya. Berarti untuk pertarungan sekarang ini, Haze tidak boleh kalah. Jika Kaito memakannya, bagaimana Negi bisa selamat? Dan bagaimana ia bisa memberi pelajaran pada Loony Loona jika ia sudah keburu habis dimakan? Terima kasih banyak.

Lain halnya dalam pikiran Kaito. Mungkin ia tak akan bisa menggapai cita-citanya, namun jika ia membunuh dan memakan Haze, bukan tidak mungkin namanya terukir dalam sejarah sebagai The Horse of Wastrex dan menurunkan derajat Reanne. Bukankah itu terdengar hebat?

Tak lama kemudian, mereka sampai di lapangan Frez. Lapangan Frez ukurannya cukup besar, mungkin cukup untuk bermain base ball. Permukaannya keras berdebu, tidak ada rumput sehelai pun. Dinding-dinding kuat berwarna kelabu muda menyelimuti lapangan. Benar-benar tempat yang cocok untuk bertarung.

Haze dan Kaito berpisah. Masing-masing mengambil bagian untuk bertarung. Haze berada di sisi timur lapangan, sedangkan Kaito berada di sisi barat. Keduanya tampak sudah siap. Haze sudah mengeluarkan pedang kebanggaannya. Kini ia sangat siap untuk bertarung.

”Pertarungan dimulai..”

”Nanti dulu Haze! Kau harus lihat senjata kebanggaanku untuk bertarung. Kenalkan tangan kiriku, potongan tangan Beck-Dark.”

Beck-Dark adalah makhluk sihir yang langka. Seperti namanya, punggungnya memang besar dan berwarna hitam. Mereka hidup di hutan Millagoue tak jauh dari lapangan tempat mereka sekarang. Beck-Dark memangsa dengan cara merobek tubuh korban dengan tangannya yang berkuku tajam. Yang paling sering menjadi korban Beck-Dark biasanya ular, buaya, dan Holly-Head si kepala besar. Penyihir pun bisa menjadi mangsanya.

Kaito menggulung lengan bajunya dan melepas sarung tangan kuningnya. Terlihat jelas tangan kiri Beck-Dark yang hitam, menjijikkan, dan berkuku tajam. Haze bergidik jijik melihatnya. Mati dibunuh tangan seperti itu? Semoga saja hanya mimpi buruk!

Yang harus Kaito catat sekarang adalah, tangan Haze sudah gatal ingin segera bertarung. Namun lagi-lagi, Kaito menerangkan sesuatu dulu. Bahkan kini ia menjelaskan sambil memejamkan mata dengan gaya sok hebat.

”See? Tanganku memang hebat. Tidak perlu mantra aneh-aneh, aku sudah bisa menjadi kuat. Inilah sihir paling praktis di dunia sihir. Tinggal serang, nanti dia kalah sendiri. Aku pun tidak perlu menghafalkan mantra-mantra aneh yang.. Susah... Diucapkan...”

Saat Kaito membuka matanya, ia sudah mengambang di udara. Kaito mencari-cari Haze, namun ia tidak menemukannya dimanapun. Belum sempat Kaito menerka apa yang kira-kira sedang terjadi, sebuah hantaman benda berat yang gesit menghadiahi perut Kaito. Kaito jatuh, terbanting di permukaan lapangan. Kaito meringis. Kepalanya mengeluarkan banyak darah.

Haze mendarat dengan mulus di permukaan lapangan. Debu-debu yang berkumpul di lapangan berhembus ke belakang. Rambut Haze turut berkibar dengan debu-debu tersebut. Haze mengangkat kepalanya, mengantongi kacamata yang dari tadi bertengger di hidungnya. Haze menghampiri Kaito.

”Bangun dari sifat sombongmu, bodoh.”

”Itu tidak adil! Kau bahkan belum memberi tahuku kalau pertarungan sudah dimulai!”

”Sudah dari tadi, sebelum kau menunjukkan lengan besarmu itu.”

”Kan aku sudah bilang nanti dulu!”

”Penyihir yang lebih tua haruslah membuka pertarungan. Penyihir yang lebih muda tidak boleh melawannya.”

”... Cih, sayang sekali kau benar. Baiklah, pertarungan baru saja dimulai.”

Haze tersenyum kecut. Ia tak yakin Kaito bisa mengalahkannya dengan mudah, apalagi kondisi kepalanya sudah seperti itu. Semoga saja Kaito tidak terbunuh di akhir pertarungan.

_________________
Click picture below to visit my gallery~
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://leaves-residence.fantasyboard.net
Luna Claire Vangelion
RP Staff


Jumlah posting : 140
Age : 18
Lokasi : in the dreamland with my dreamboy~
Registration date : 11.03.09

Character sheet
The...: Other Crew on RP
Quotes: I has a shame and I don't want anyone to knew my shame
Class: 3rd Grade of Junior High School

PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Sat Apr 18, 2009 3:33 pm

LANJOOOT
makin seru XD

_________________
Klikspoiler. Ganteng pan? *ngakakkejer
Spoiler:
 

Nyahnyah. xDD please visit IndoDurmstrang if ya don't mind.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://rhodes-lollipop.deviantart.com/
Sponsored content




PostSubyek: Re: W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))   Today at 1:09 am

Kembali Ke Atas Go down
 
W.O.R.S.T (Parodi W.I.T.C.H. =)))
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
The Leaves Residence :: Our House :: Living Room :: Your Side :: Fan Fics-
Navigasi: